Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

ANGGUR DAN MANFAATNYA


Apabila kita sering main-main kepasar tradisional ataupun pasar modern, kita sering melihat anggur yang kemasannya sedikit berbeda dibandingkan buah-buah yang lain juga harganya lebih mahal dibandingkan dengan buah-buahan lain, lalu kenapa para pedagang itu mengemasi anggur ini berbeda sehingga lebih kelihatan menarik dan kenapa harga buah ini mahal?. Tentu saja dengan melihat kemasannya saja kita akan beranggapan kalau buah ini dijual untuk para orang kaya saja. Padahal kita juga tahu kalau kita sering makan buah yang satu ini, lalu adakah manfaat dari anggur ini sehingga harganya bisa mahal?.

Anggur telah dibudidayakan 4000 SM di Timur Tengah, namun pengolahan anggur menjadi minuman baru di temukan 2500 SM oleh bangsa Mesir, yaitu ketika penggalian mummi ditemukan biji-bijian dan minuman anggur yang dipercaya sebagai salah satu barang bawaan yang akan mereka bawa ketika mati. Bahkan anggur telah diketahui memiliki khasiat sejak jaman ini oleh bangsa Mesir (2500 SM).
Nah, apa khasiat dari anggur ini sampai-sampai para mummi membawanya sebagai bekal? Anggur telah dibuat menjadi obat oleh bangsa Mesir sebagai obat untuk gangguan pencernaan karena ternyata didalam anggur itu berisi kandungan magnesium dan tentu saja magnesium itu berfungsi vital untuk memperbaiki sistem pencernaan kita. Tahu dari mana ya orang Mesir itu? Selain itu anggur memiliki serat kasar yang melimpah dalam kulit buah yang baik untuk memperlancar buang air besar, buah anggur ini pun memiliki zat pencahar ringan (laksatif) yang berfungsi sebagai pembersih usus. (Dr Bernard Jensen, dalam bukunya Foods That Heal).
Anda yang memiliki penyakit hipertensi serta memiliki kadar kolesterol tinggi dianjurkan untuk mengkonsumsi buah anggur baik dimakan langsung ataupun dibuatkan jus, namun bijinya jangan dibuang karena dalam bijinya ini tersimpan banyak gula buah alami. Anggur yang memiliki warna gelap seperti anggur merah, anggur biru dan anggur ungu sangat kaya dengan zat besi, yaitu mineral sel-sel darah merah sebagai pengangkut sumber energi. Kombinasi antara gula buah alami dan zat besi membuat kita akan lebih bertanaga kembali. Juga anggur memiliki enzim yang bersifat tonik penggiat fungsi empedu, peningkatan fungsi empedu akan meningkatkan efesiensi lemak menjadi asam empedu yang akhirnya akan dibuang keluar tubuh, sehingga mencegah terjadinya lonjakan kadar lemak darah.
Namun Anda yang memiliki penyakit Maag atau sistem pencernaan Anda sensitif yaitu makan yang pedes sedikit aja bisa mencret, hati-hati untuk tidak mengkonsumsi anggur secara belebihan karena kulit buah dan biji anggur ini dapat membuat iritasi lambung Anda. Namun apabila Anda tertarik dengan manfaat anggur ini dan tetap ingin mengkonsumsi anggur, saya sarankan anggur itu dibuatkan jus akan lebih baik lagi menggunakan juice extractor sehingga hanya serat kasar tapi kaya senyawa OPC yang Anda minum, tapi jangan langsung banyak-banyak ya! minumlah dalam jumlah terbatas dulu lalu rasakan apakah ada perubahan. Itu saja manfaat anggur? Hehehe.... tentu masih ada dan ini lebih menghebohkan lagi!
Tanaman anggur sangat rentan terhadap jamur-jamur atau istilah lainnya kapang cendawan dan kapang jelaga, sehingga jamur ini dapat mengganggu asimilasi daun dan perkembangan optimal buah-buah anggur, namun serangan jamur ini sebenarnya mendatangkan manfaat. Secara alami tanaman anggur akan membentuk antibodi yang disebut resveratol (3.5.4-trihidroksi-trans-stibena).
Ketika kita mengkonsumsi anggur yang telah mengandung resveratol, resveratol tersebut akan meningkatkan konsentrasi antibodi dalam tubuh kita dan mampu menikam perkembangan pesat dari sel yang tak sehat seperti sel tumor atapun sel kanker, jadi dengan mengkonsumsi anggur Anda akan terjauh dari tumor dan kanker. Namun apabila Anda sudah terlanjur terkena kanker atau tumor lebih baik anda obat-obat herbalnya di Roasehat. Mulai sekarang kalau Anda makan anggur bijinya jangan dibuang ya!, sekalian dimakan saja karena selain bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol ternyata biji dari anggur ini masih banyak manfaatnya untuk tubuh kita terutama pria yaitu untuk menjaga libido seks pria, menjaga kesuburan pria dan membantu mengatasi peradangan prostat. Ini karena dalam biji anggur ini terdapat mineral makro yaitu seng dan mangan terutama anggur merah. Menurut Dr. Masquiler biji anggur dapat melumpuhkan radikal bebas sehingga mampu meredam penuaan dan menggiatkan peremajaan sel, ini karena dalam biji anggur terdapat kekuatan antioksidan OPC 20 kali vitamin C dan 50 kali vitamin E lebih dahsyat dari kekuatan antioksidan yang dipunyai vitamin A,C dan E.
Maka, mulailah dari sekarang mengkonsumsi buah anggur karena manfaatnya banyak sekali, dan saya menyarankan agar ketika Anda mengkonsumsi anggur agar tidak disertai dengan buah-buah lainnya, namun akan lebih baik bila dikombinasi dengan jenis anggur yang lainnya seperti misalnya anggur merah dikombinasikan dengan anggur hijau dan anggur lainnya. 

Buah Delima dan Manfaatnya


Pohon delima (Punica granatum L.) adalah perdu atau pohon kecil, merupakan tanaman hias yang banyak tumbuh dan dipelihara di pekarangan penduduk di Indonesia. Kecuali sebagai tanaman hias, pohon delima mempunyai buah yang enak dimakan, kulit buahnya digunakan sebagai obat untuk menghentikan diare atau obstipansia, sedangkan akarnya digunakan secara tradisional untuk obat penyakit kecacingan terutama untuk anak-anak.
Zat yang berkhasiat untuk meracuni cacing pita tersebut adalah alkaloid peletierin yang merupakan alkaloid pertama yang dapat diisolasi dari tanaman. Kulit buah dan akar delima banyak dijumpai dalam ramuan obat tradisional Indonesia selama bertahun-tahun karena ramuan yang mengandung simplisia tersebut efektif untuk menghentikan diare dan mengobati kecacingan.
Ada beberapa jenis pohon delima yang tumbuh di pekarangan rumah yaitu delima putih yang berbunga putih, delima merah yang berbunga merah, delima susu wantah yang berbunga merah, dan delima hitam yang berbunga merah dan kulit buahnya berwarna ungu tua (Sastroamidjojo, 1997). Semua pohon delima mempunyai buah yang kulitnya berasa sepat, begitu pula akarnya.
Rasa sepat pada buah atau bagian tanaman lain biasanya merupakan tanda bahwa di dalam bagian tanaman tersebut terkandung tanin yang merupakan senyawa polifenol. Rasa sepat tanin yang terdapat di dalam berbagai bagian tanaman disebabkan karena tanin dapat mengendapkan protein, sehingga kalau tanin kontak dengan lidah maka reaksi pengendapan protein ditandai dengan rasa sepat atau astringen. Rebusan atau suspensi yang mengandung gom arab atau gom tragakan yang mengandung tanin, di dalam klinik digunakan untuk menyembuhkan luka terbuka.
Efek sepat dan penyembuhan luka oleh tanin disebabkan karena sebagai senyawa polifenol memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Potensi antioksidan dari berbagai bagian tanaman dimanfaatkan di dalam pengobatan herbal untuk menghentikan diare, sebagai antiinflamasi, antiseptik dan di dalam penelitian modern sebagai obat osteoartritis, anti tumor dan antikanker. Sejak 7 tahun terakhir, penelitian yang dilakukan menghasilkan publikasi tentang delima 7 kali lebih banyak dari publikasi selama bertahun-tahun sebelum itu. Karena itu penggunaan delima sebagai obat dan suplemen makanan juga meningkat (Lansky, 2007).
Manfaat pohon delima
Kalau di dalam formulasi obat tradisional digunakan kulit buah dan akar delima, di dalam pengobatan herbal modern yang telah dikembangkan sebagai obat adalah ekstrak buah, ekstrak kulit buah, jus buah, jam buah, jelli buah, konsentrat jus buah, anggur buah dan minyak biji delima.
Semua khasiat sediaan delima disebabkan kandungan berbagai senyawa polifenol yang aktivitas antioksidannya sangat tinggi. Minyak biji delima (MBD) mengandung lebih dari 70% asam-asam linolenat terkonyugasi (ALT) termasuk asam punisat (punicic acid) yang merupakan asam lemak tidak jenuh. Asam-asam lemak tidak jenuh ini mempunyai khasiat yang potensial terhadap metabolisme lipid pada tikus obesitas yang menderita hiperlipidemia. Berbeda dengan asam linoleat terkonyugasi (ALT), asam lemak MBD mempunyai 3 ikatan rangkap, sedangkan ALT hanya 2 ikatan rangkap. Di samping itu MBD juga mengandung banyak sekali asam punisat, senyawa yang mirip ALT, bahkan disebut super ALT yang potensinya lebih besar dari ALT. MBD juga mengandung fitoestrogen mirip estrogen yang diproduksi dalam tubuh manusia.
Penelitian lain menggunakan konsentrat jus delima yang diberikan kepada penderita diabetes tipe II yang juga menderita hiperlipidemia. Pasien yang diberi konsentrat jus delima 40 g sehari selama 8 minggu menunjukkan hasil penurunan kolesterol total, kolesterol LDL, rasio LDL/HDL, dan rasio kolesterol total/kolesterol HDL. Tetapi tidak ada perubahan yang signifikan pada triasilgliserol dan kolesterol HDL
Kohno (2004) yang meneliti karsinogenesis colon dalam tikus uji menyimpulkan bahwa MBD mampu mencegah atau mengurangi pertumbuhan kanker colon pada tikus yang diinduksi dengan azoksi metana. Untuk menginduksi pembentukan kanker colon, tikus diberi azoksi metana 1 kali seminggu selama 2 minggu. Satu minggu sebelum induksi, kepada tikus diberikan nutrisi yang mengandung MBD selama 32 minggu. Hasil pengamatan pada akhir minggu ke 32 menunjukkan bahwa MBD dapat menghambat atau menekan pembentukan kanker colon.
Konsentrasi polifenol total di dalam MBD sekitar 0,015%. Komposisi asam lemak di dalam MBD berturut-turut adalah asam punisat 65,3%, asam palmitat 4,8%, asam stearat 2,3%, asam oleat 6,3%, dan asam linoleat 6,6 %.  MBD merupakan antioksidan yang kuat mendekati hidroksianisol terbutilasi (BHA) dan teh hijau, dan secara signifikan lebih besar daripada anggur merah (Vitis vinifera).

Dari MBD diperoleh flavonoid yang dapat menginhibisi siklooksigenase dari biri-biri sebesar 31-44%, dan menginhibisi lipoksigenase kedelai sebesar 69-81%, sedangkan flavonoid yang diekstraksi dari  jus delima yang difermentasi menunjukkan inhibisi 21-30% lipoksigenase kedelai, tetapi tidak menginhibisi siklooksigenase biri-biri (Schubert, 1999).
Penelitian ekstrak delima dan minyak biji delima menghambat pertumbuhan jaringan kanker pada tikus sudah dilakukan terhadap tumor kulit (Hora, 2003), kanker prostat, leukemia, dan buah dada (Mehta, 2004).
Buah delima adalah buah yang sudah biasa dimakan, dan sampai saat ini belum ada laporan keracunan karena makan buah delima. Elagitanin punikalagin yang terdapat banyak di dalam buah delima juga telah diteliti kemungkinan efek toksiknya dan dilaporkan dalam J.Agric.Food.Chem. 2003. 51(11): 3493-3501. Diet yang mengandung 6% punikalagin yang diberikan kepada tikus selama 37 hari tidak menimbulkan efek toksik terhadap hati dan ginjal.
Melihat hasil-hasil penelitian terhadap  buah delima dan sediaannya, maka diharapkan penggunaannya sebagai obat herbal dan suplemen makanan akan meningkat. Karena banyak tumbuh di Indonesia maka perhatian terhadap pohon delima harus dibangkitkan kembali dengan cara pembudidayaan sehingga tidak perlu diimpor. Ekstrak buah delima dan minyak biji delima dapat digunakan untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh sehingga sehingga sangat baik digunakan dalam sediaan obat pelangsing dan untuk mengurangi obesitas. Apabila penelitian sebagai antitumor atau antikanker sudah dapat meyakinkan kita, maka buah delima dapat dikembangkan sebagai obat antitumor dan antikanker.